Arsip untuk Kategori 'Kemiskinan'

Bukalah Jendela Rumah Kita

Nama panggilannya Tin. Entah nama lengkapnya siapa. Dia adalah perempuan usia + 17 thn, yang sekarang ini di pasung oleh Ibu kandungnya sendiri. Lantaran kadang berperilaku aneh; mencakar muka sendiri, merobek-robek baju yang ia kenakan, dan buang air tidak beraturan.

Wajahnya lembut. Seolah dia tidak sedang mengalami sakit itu.

Tin mau keluar rumah setelah 2 tahun berada di kamarnya, saat kami datang menjenguk (28/06). Kami ngobrol layaknya berbicara dengan orang yang baru kami kenal. Memang kenyataannya demikian.

Berbicara apa adanya. Bahkan dia bisa menjadikan senyum kami lebih lebar. Tin bisa bercanda.

Rumahnya bersebelahan dengan ‘rumah kami’. Searah ke masjid At-Taufiq, Harjamukti, Cimanggis, -kalau kami lagi semangat sholat berjama’ah ke mesjid-. Rumah yang kami huni sekarang ini memang rencana dijadikan belajar bagi anak-anak sekitaran sini. Ada yang usul namanya Rumah Belajar FIM, ada juga yang usul Rumah KITA (rumah karya, ilmu, tekad dan amal). Apalah arti sebuah nama. Karena yang lebih penting adalah fungsi kebaikannya. Fungsi penerangan yang diperankan untuk lingkungan sekitar, bisa-bisa masih ada sisi gelap yang dapat dijangkau oleh cahaya rumah kita.

Rumah ini juga rencana jadi rumah belajar bagi orang-orang seperti Tin yang sangat merindukan teman, merindukan sekolah, jalan-jalan ke taman binatang -seperti yg Tin bilang-, dan semua suasana baru. Layaknya rasa dahaga yang tidak bisa lagi ditunda, Tin merasakan itu.

Lembut tutur katanya. Bahkan kadang Tin bercanda.

Dia hanya butuh teman untuk bercerita, dan membuat kisah bersama. Tin tidaklah seseram ketika pertama kali kami mendengarnya. Keingintahuan dan bisikan keberanian, memberangkatkan kami mengunjungi untuk yang kedua kalinya (29/06).

Senyumnya cerah. Melihat orang-orang baru yang akan menjadi temannya.

Teman dari Tin yang akan membukakan jendela dunia kepadanya. Teman yang tak pernah ia impikan dalam tidur panjangnya. Teman sekaligus sahabat yang tak pernah ia sangka-sangka sebelumnya.

Anda jangan sampai bingung menyaksikan apa yang sedang kami lakukan. Justru kadang kami bingung, melihat kalian yang begitu jarang meluangkan waktu untuk berbagi cahaya, dengan waktu yang Anda miliki, dengan tenaga juga Ilmu yang Anda punya. Karena semua yang Anda miliki, akan tidak berarti apa-apa pada suatu masa nanti.

Demi Allah kami tidak melakukan itu semua bukan untuk tenar lalu dipuji, maupun sekedar mendapat ucapan terimakasih. Demi Allah kami tidak melakukan itu semua kecuali untuk mendapatkan manisnya iman. Rasa manis hanya dapat dirasakan bagi mereka yang memiliki lidah.

Teman,…

Tin juga mendengar dan mengetahui panggilan adzan sholat ashar sore itu. Bahkan diceritakan ibunya; Tin solatnya rajin.

Teman,…

Sesekali, berkunjunglah ke Rumah Belajar KITA. Ajarkan satu ilmu dan kebaikan setiap harinya, karena Anda juga memilikinya. Satu ilmu yang kita ajarkan bisa-bisa berbuah surga, bahkan Allah menjanjikan pahala yang tidak akan terputus sepeninggal mati kita.

“… dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu sedang kamu mengetahui.” [2:42]

Wallahu a’lam

-Parlan-

Selamatkan Indonesia dari Kemiskinan

Dalam rangka memperingati 100 tahun kebangkitan nasional, Forum Indonesia Muda bekerjasama dengan Keluarga Mahasiswa (KM) ITB menyelenggarakan talkshow bertajuk “Selamatkan Indonesia dari Kemiskinan”, Kamis (22/5). Hadir sebagai pembicara diantaranya Bambang Widianto, perwakilan Bappenas; Mohammad Ismet, perwakilan Bulog; Rina Indiastuti, Guru Besar Ekonomi dan Studi Pembangunan FE Unpad; Ahmad Heryawan, Gubernur Terpilih Jabar 2008; Dr. Yasraf Amir Piliang, Dosen FSRD ITB; Dr. Ing. Asep Saepudin; Lizi, Kepala Sekolah Rumah Belajar KM ITB; Bobby Rahman ITB dan Fityantyo Eka Unpad, perwakilan alumni FIM.

Kemiskinan dapat diartikan sebagai keterbatasan terhadap akses modal usaha, pendidikan, dan kesehatan. Beberapa parameter kemiskinan diantaranya pemenuhan kebutuhan pangan (2100 kalori/hari/jiwa) dan akses pendidikan. Strategi Bappenas dalam upaya menyelamatkan Indonesia dari kemiskinan diantaranya memenuhi kebutuhan dasar (pangan, pendidikan, kesehatan), pemberdayaan masyarakat, pembenahan sistem perlindungan sosial, dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan mengutamakan industri kecil dan menengah. Hal senada diungkapkan Mohammad Ismet, “Dari segi pemenuhan kebutuhan pangan, Bulog mengupayakan agar persediaan beras merata terhadap waktu dan tempat.”

Dari perspektif akademisi, Rini Indiastuti berpendapat permasalahan kemiskinan di Indonesia bukanlah semata-mata persoalan sulitnya masyarakat memperoleh kebut uhan pangan tetapi minimnya kesempatan bagi masyarakat miskin untuk berusaha. Untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia, Pemerintah harus terampil dalam memberikan peluang dan kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.

Talkshow yang bertempat di Aula Barat ITB ini dihadiri oleh kalangan mahasiswa dan umum, beberapa perwakilan warga Kampung 200 Cisitu turut hadir. Sebagai penutup, diadakan Grand launching Rumah Belajar KM ITB secara simbolik oleh Ahmad Heryawan didampingi Lizi selaku Kepala sekolah. Rumah Belajar KM ITB merupakan usaha mahasiswa ITB untuk memberikan solusi masalah kemiskinan di Indonesia. Dalam acara ini juga dilakukan launching Buku Putih Kemiskinan yang berisikan 150 tulisan tentang kemiskinan dari alumni FIM oleh Pembica FIM, Bapak Elmir Amien, dengan secara simbolik diberikan kepada Wakil Rektor Kemahasiswaan ITB, Bapak Widyo Nugroho. Buku Kemiskinan tersebut diberikan kepada semua pembicara sebagai kenang-kenangan

Talkshow Nasional Selamatkan Indonesia dari Kemiskinan


AddThis Feed Button

Forum Indonesia Muda

Mata air yang tak berbingkai yang akan mengaliri tanah air yang subur ini !! Mata air yang senantiasa terjaga kebersihan, kejernihan, dan kesuciannya agar yang dialirinya juga menjadi bersih dan bemanfaat !! Salam cinta dan doa

Tanya Jawab

Banner

 

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

  • 22,281 hits

Visitors

counter