GELOMBANG GERAKAN SYAHWAT MERDEKA
Taufiq Ismail
(Pendapat diajukan dalam Uji Publik RUU Pornografi, Rabu, 17 September 2008, 15.00 – 17.30, Ruang Kartini, lt.3, Kemeneg Pemberdayaan Perempuan,
Merdeka Barat, Jakarta Pusat)
Dalam fase akhir penyusunan RUU-P yang memasuki tahap konsultasi publik, saya ingin mengajukan pendapat saya sebagai berikut ini.
Air bah pornografi yang melanda negeri kita tidak bergerak sendiri. Di dalam gelombang reformasi yang membawa perubahan politik sewindu yang lalu, sebuah arus besar yang digerakkan oleh kelompok permisif dan adiktif menumpang masuk ke tanah air kita. Arus besar itu, sesuai karakteristiknya, tepat disebut sebagai gerakan syahwat merdeka.
Tak ada sosok dan bentuk organisasi resminya, tapi jaringan kerjasamanya mendunia, kapital raksasa ribuan milyar dollar mendanainya, ideologi gabungan melandasinya dengan gagasan neo-liberalisme sebagai lokomotifnya, dan banyak media massa yang diguyur dana mereka sebagai pengeras suaranya.
Ada sepuluh komponen dalam gerakan dengan seks sebagai jaringan pengikatnya ini :
Pertama, praktisi sehari-hari seks liar, yang bisa gratis karena sama-sama suka atau dengan janji membayar dalam jaringan prostitusi.
Kedua, penerbit majalah dan tabloid mesum, bebas tanpa SIUPP menjual wajah dan kulit perempuan muda.
Ketiga, produser dan pengiklan acara televisi syahwat, ditonton 170 juta pemirsa.
Keempat, 4.200.000 (empat koma dua juta) situs porno dunia, 100.000 (seratus ribu) situs porno Indonesia di internet. “Kami di Amerika”, kata seorang pengamat sosial, “mengalami fenomena pornografi internet ini yang bagaikan gelombang tsunami setinggi 10 meter, melanda seluruh bangsa, dan kami melawannya hanya dengan dua telapak tangan.”
Kelima, produsen dan pengecer VCD/DVD biru di Indonesia yang kini jadi sorga besar pornografi paling murah di dunia, dulu Rp 30.000, sekarang Rp 3.000 sekeping. Jumlah bajakan ditaksir 1 juta keping setahun, artinya setiap 25 detik 1 keping diproduksi, dan anak-anak SMP pun bebas membelinya.
Keenam, penerbit dan pengedar komik cabul, yang sasarannya anak-anak sekolah
Ketujuh, penulis novel dan cerpen yang asyik dengan alat kelamin manusia, terbanyak perempuan, fanatikus narsis dan ekshibisionis yang rasa malunya sudah terkikis habis. Alirannya SMS (sastra mazhab selangkang), angkatannya Fiksi Alat Kelamin (FAK).
Kedelapan, produsen dan pengedar narkoba. Tiga juta anak muda dicengkeramnya, 40 orang sehari mati karenanya, dengan beban ekonomi 11,3 triliun rupiahnya.
Kesembilan, fabrikan dan pengguna alkohol, mereka dijual sampai ke desa-desa, di penjual rokok depan sekolah dalam botol kecil, yang remaja bebas membelinya.
Kesepuluh, produsen dan pengisap nikotin. Setiap hari 156 orang mati karena 25 penyakit akibat rokok, saudara sepupu narkoba ini.
Mengapa alkohol, narkoba dan nikotin termasuk dalam kategori kontributor arus syahwat merdeka ini? Karena sifat adiktifnya, kecanduannya, yang sangat mirip, begitu pula proses pembentukan ketiga adiksi tersebut dalam susunan syaraf pusat manusia. Dalam masyarakat permisif, interaksi antara seks dengan alkohol, narkoba dan nikotin, akrab sekali, sukar dipisahkan.
|
Dalam kontoversi RUU-P ini, yang perlu diperhatikan a.l. adalah yang berkaitan dengan seni, budaya, adat istiadat dan ritual tradisional, yaitu pasal 14, yang perlu dihapuskan. Setelah RUU-P kelak disahkan, dalam melaksanakannya aparat pemerintah perlu dibantu. Bila untuk penyiaran ada KPI, untuk pemberantasan korupsi ada di KPK, maka perlu dibentuk sebuah komite independen untuk pencegahan pornografi di Indonesia.
Seniman tidak perlu mengeluh bila merasa terkekang karenanya. Tuangkan kreativitas menggarap tema kemiskinan, kebodohan dan ketidak-adilan di negeri kita. Ketiga tema besar ini hauh lebih urgen digarap bersama dan bermanfaat bagi bangsa, ketimbang tema syahwat, yang desktruksinya (bersama komponen-komponen lain) ternyata luar biasa.
Dalam dahsyatnya Gerakan Syahwat Merdeka ini, anak-anak kita pun, jadi sasaran dan korban dalam skala sangat besarnya.
DALAM DESTRUKSI SOSIAL LUAR BIASA INI KARENA SEPULUH KOMPONEN DI ATAS, DARI BANYAK SEBAB, SALAH SATU YANG TERMASUK UTAMA ADALAH RASA MALU YANG SECARA TRAGIS TELAH DIKIKIS HABIS OLEH GERAKAN SYAHWAT MERDEKA INI.
MENGEMBALIKAN DAN MENEGAKKAN LAGI BUDAYA MALU ADALAH KERJA BERAT KITA BERSAMA.





0 Tanggapan ke “Gelombang GSM (by:Taufiq Ismail)”