Arsip untuk Juni, 2008

Bukalah Jendela Rumah Kita

Nama panggilannya Tin. Entah nama lengkapnya siapa. Dia adalah perempuan usia + 17 thn, yang sekarang ini di pasung oleh Ibu kandungnya sendiri. Lantaran kadang berperilaku aneh; mencakar muka sendiri, merobek-robek baju yang ia kenakan, dan buang air tidak beraturan.

Wajahnya lembut. Seolah dia tidak sedang mengalami sakit itu.

Tin mau keluar rumah setelah 2 tahun berada di kamarnya, saat kami datang menjenguk (28/06). Kami ngobrol layaknya berbicara dengan orang yang baru kami kenal. Memang kenyataannya demikian.

Berbicara apa adanya. Bahkan dia bisa menjadikan senyum kami lebih lebar. Tin bisa bercanda.

Rumahnya bersebelahan dengan ‘rumah kami’. Searah ke masjid At-Taufiq, Harjamukti, Cimanggis, -kalau kami lagi semangat sholat berjama’ah ke mesjid-. Rumah yang kami huni sekarang ini memang rencana dijadikan belajar bagi anak-anak sekitaran sini. Ada yang usul namanya Rumah Belajar FIM, ada juga yang usul Rumah KITA (rumah karya, ilmu, tekad dan amal). Apalah arti sebuah nama. Karena yang lebih penting adalah fungsi kebaikannya. Fungsi penerangan yang diperankan untuk lingkungan sekitar, bisa-bisa masih ada sisi gelap yang dapat dijangkau oleh cahaya rumah kita.

Rumah ini juga rencana jadi rumah belajar bagi orang-orang seperti Tin yang sangat merindukan teman, merindukan sekolah, jalan-jalan ke taman binatang -seperti yg Tin bilang-, dan semua suasana baru. Layaknya rasa dahaga yang tidak bisa lagi ditunda, Tin merasakan itu.

Lembut tutur katanya. Bahkan kadang Tin bercanda.

Dia hanya butuh teman untuk bercerita, dan membuat kisah bersama. Tin tidaklah seseram ketika pertama kali kami mendengarnya. Keingintahuan dan bisikan keberanian, memberangkatkan kami mengunjungi untuk yang kedua kalinya (29/06).

Senyumnya cerah. Melihat orang-orang baru yang akan menjadi temannya.

Teman dari Tin yang akan membukakan jendela dunia kepadanya. Teman yang tak pernah ia impikan dalam tidur panjangnya. Teman sekaligus sahabat yang tak pernah ia sangka-sangka sebelumnya.

Anda jangan sampai bingung menyaksikan apa yang sedang kami lakukan. Justru kadang kami bingung, melihat kalian yang begitu jarang meluangkan waktu untuk berbagi cahaya, dengan waktu yang Anda miliki, dengan tenaga juga Ilmu yang Anda punya. Karena semua yang Anda miliki, akan tidak berarti apa-apa pada suatu masa nanti.

Demi Allah kami tidak melakukan itu semua bukan untuk tenar lalu dipuji, maupun sekedar mendapat ucapan terimakasih. Demi Allah kami tidak melakukan itu semua kecuali untuk mendapatkan manisnya iman. Rasa manis hanya dapat dirasakan bagi mereka yang memiliki lidah.

Teman,…

Tin juga mendengar dan mengetahui panggilan adzan sholat ashar sore itu. Bahkan diceritakan ibunya; Tin solatnya rajin.

Teman,…

Sesekali, berkunjunglah ke Rumah Belajar KITA. Ajarkan satu ilmu dan kebaikan setiap harinya, karena Anda juga memilikinya. Satu ilmu yang kita ajarkan bisa-bisa berbuah surga, bahkan Allah menjanjikan pahala yang tidak akan terputus sepeninggal mati kita.

“… dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu sedang kamu mengetahui.” [2:42]

Wallahu a’lam

-Parlan-

RUMAH KITA

Judul tulisan ini bukan berisi tentang lagu Rumah Kita (kalau ada yang ingat itu loh lagu yang dinyanyiin oleh banyak artis yang ternyata adalah lagu favorit dari BuE n PaE kita – penulis sudah beberapa kali mendengar beliau bernyanyi ^_^). Judul tulisan ini berhubungan tulisan sebelumnya yang berjudul Ramaikan Rumah Kita.

Sebagai pengantar penulis ingin mereview dulu bagaimana pertemuan penulis dengan Bunda di suatu siang di kantin Salman. Hari itu Bunda jauh-jauh dari Jakarta datang ke Bandung untuk bertemu dengan para kunang-kunang sekaligus untuk membagi mimpi FIM tahun ini. Bunda bercerita akan persiapan pelatihan FIM VI, hingga rencana seminar dan bakti sosial. Yah FIM tahun ini berbeda karena ada acara seminar dan bakti sosial. Sederhana saja alasannya bakti sosial diadakan untuk mendorong agar kami para pemuda dapat terjun langsung di lapangan. Do Kongkrit gitu…

Mimpi itu pun bersambung di pertemuan lain di puri Mega Mendung puncak, dalam waktu 2/3 malam alias J 12 malam beberapa alumni FIM plus BuE n PaE tentunya brainstorming persiapan tentang pelatihan FIM VI dan seminar. Di akhir sempat terjelaskan sedikit tentang acara bakti sosial yang konsepnya adalah semacam desa binaan. Cita-cita yang besar walaupun kutahu tidak mudah untuk melaksanakan hal tersebut dengan segala keterbatasan kami. Tapi mimpi itu tetap akan kami pegang.

Niatan pembuatan desa binaan pun ramai dibicarakan di rumah fimers (milis) dengan dimotori oleh orang biasa (nama disamarkan). Yah banyak masukan hingga saya pun tidak ingat apa saja masukan itu. Akhirnya suatu hari jumat di akhir bulan April PaE beserta orang biasa (nama disamarkan) berkunjung ke Bandung untuk melihat kampung calon desa binaan FIM. Saya lupa tepatnya apa hasilnya, namun akhirnya rencana pun berubah yaitu akan diadakan bakti sosial bersama dengan GAMAIS ITB. Yeah tidak hanya seminar saja kami menggandeng mahasiswa ITB tapi bakti sosial juga semata-mata atas niatan “beragam itu indah” (ini kata-kata saya saja). Namun walaupun kita akan mengadakan bakti sosial yang tidak bersifat kontinu itu tapi saya masih ingat PaE mengatakan kita tetap akan membuat desa binaan setelah seminar kebangkitan nasional. Yah, sebenarnya kalimat tersebut tidak masuk di pikiran saya karena saya pikir mungkin masih lama akan terlaksana karena fokus yang lain saja.

Akhirnya Bakti sosial di kampung 200 bersama GAMAIS ITB pun selesai dengan terbilang sukses. Yah menurut saya yang dua hari jalan-jalan kesana. Senangnya tentunya berasa punya keluarga baru karena mereka ramah sekali. Rata-rata anak FIM pun dikenal dekat oleh anak-anak kampung 200 terbukti ketika para alumni FIM bertemu lagi dengan anak-anak kampung 200 di aksi tolak porno dan seminar kebangkitan nasional. Ah, berinteraksi dengan mereka membuat segala rasa capek atas berbagai kegiatan FIM terasa kecil.

Rangkaian acara FIM dalam rangka menyambung Hari Kebangkitan Nasional pun ditutup dengan Talkshow nasional di ITB yang merupakan sekaligus Launching program rumah belajar KM ITB. Saat itulah menjadi awal perkenalan FIM dengan Rumah Belajar KM ITB. Usaha mahasiswa ITB untuk mengentaskan buta aksara menginspirasi FIM untuk juga terus merealisasikan mimpi untuk membangun bangsa dengan program community developmentnya. Seminggu setelah acara pun mulai bermunculan lagi ide-ide untuk membuat program semacam Rumah Belajar oleh FIM di jakarta. Yah bahkan lebih keren lagi di rumah fimers juga muncul diskusi tentang program comdev yang terbaik seperti apa. Terungkap pula bahwa ternyata banyak anak FIM yang juga aktifis-aktifis comdev di institusi maupun daerah masing-masing. Wah sekali lagi saya terpukau dengan kehebatan pemuda-pemuda Indonesia. Ternyata masih banyak yang Kongkrit!!! Terbayang bila hari ini banyak kegiatan perbaikan bangsa dari level grassroot itu akhirnya bisa membawa pengaruh besar bagi perbaikan masalah bangsa ini seperti kemiskinan.

Dengan semangat yang besar tersebut, Alhamdulillah kami difasilitasi sebuah rumah di daerah cimanggis untuk menjadi wahana bagi para alumni FIM untuk menebarkan cahayanya bagi masyarakat. Amanah yang tidak mudah tentunya namun semoga dari sebuah RUMAH KUNANG-KUNANG (atau ada yang usul nama lain? ) maka dapat menjadi salah satu puzle dalam merangkai cita-cita kami untuk menerangi bumi pertiwi ini. Amiiinnnn,,,, Doakan kami BuE dan PaE…

Dulu kami bermimpi untuk memiliki sebuah desa binaan tapi hari ini kami diberi jalan untuk mengelola sebuah Rumah untuk ‘Belajar’. Doakan semoga program tersebut dapat kontinu dijalankan layaknya program Rumah Cahaya oleh FLP (yeah awalnya penulis juga ingin menggunakan nama itu sayangnya sudah ada yang punya). Namun, juga semoga mimpi membangun sebuah desa itu tidak hilang begitu saja atau mungkin dijalankan oleh para pemuda di berbagai pelosok tanah air ini.

when there is a will, there is a way

Apa yang akan kita lakukan di RUMAH KITA?

Apa saja yang dapat menerangi ^_^. Sampai saat ini kami baru brainstorming apa yang akan kita lakukan di Rumah itu. Oleh karena itu, sangat diharapkan masukan buat semua teman-teman khususnya para alumni FIM yang terpisahkan oleh tempat, dari seluruh Indonesia.

Alamat lengkapnya di Jl. Putri Tunggal No 6, RT 7 RW 3. Kel. Harja Mukti. Kec. Cimanggis Depok.

InsyaAllah Launching Rumah kita tersebut akan diselenggarakan tanggal 20 Juli 2008, bertepatan dengan FIM (Forum Indonesia Mantu) di Taman Wiladatika. Pesan dari “Dewan Syuro” : Everyone invited.

Apa Arti Rumah KITA?

Kata KITA yang berarti Karya, Ilmu, Tekad, Amal.
Rumah Karya artinya semoga rumah ini bisa memfasilitasi kita mencipta dan menghasilkan sesuatu
Rumah Ilmu artinya semoga rumah itu dapat dijadikan ladang Ilmu, tempat mencari dan berbagi ilmu
Rumah Tekad artinya semoga orang yang berada di dalamnya selalu memiliki tekad yang besar
Rumah Amal artinya semoga dengan tekad dan ilmu yang kita miliki maka dapat dihasilkan karya yang bernilai amal di mata Allah.

Kata ‘Kita’ sendiri juga secara langsung membuka pintu bagi siapa saja untuk menjadi bagian dari Rumah ini

Selamatkan Indonesia dari Kemiskinan

Dalam rangka memperingati 100 tahun kebangkitan nasional, Forum Indonesia Muda bekerjasama dengan Keluarga Mahasiswa (KM) ITB menyelenggarakan talkshow bertajuk “Selamatkan Indonesia dari Kemiskinan”, Kamis (22/5). Hadir sebagai pembicara diantaranya Bambang Widianto, perwakilan Bappenas; Mohammad Ismet, perwakilan Bulog; Rina Indiastuti, Guru Besar Ekonomi dan Studi Pembangunan FE Unpad; Ahmad Heryawan, Gubernur Terpilih Jabar 2008; Dr. Yasraf Amir Piliang, Dosen FSRD ITB; Dr. Ing. Asep Saepudin; Lizi, Kepala Sekolah Rumah Belajar KM ITB; Bobby Rahman ITB dan Fityantyo Eka Unpad, perwakilan alumni FIM.

Kemiskinan dapat diartikan sebagai keterbatasan terhadap akses modal usaha, pendidikan, dan kesehatan. Beberapa parameter kemiskinan diantaranya pemenuhan kebutuhan pangan (2100 kalori/hari/jiwa) dan akses pendidikan. Strategi Bappenas dalam upaya menyelamatkan Indonesia dari kemiskinan diantaranya memenuhi kebutuhan dasar (pangan, pendidikan, kesehatan), pemberdayaan masyarakat, pembenahan sistem perlindungan sosial, dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan mengutamakan industri kecil dan menengah. Hal senada diungkapkan Mohammad Ismet, “Dari segi pemenuhan kebutuhan pangan, Bulog mengupayakan agar persediaan beras merata terhadap waktu dan tempat.”

Dari perspektif akademisi, Rini Indiastuti berpendapat permasalahan kemiskinan di Indonesia bukanlah semata-mata persoalan sulitnya masyarakat memperoleh kebut uhan pangan tetapi minimnya kesempatan bagi masyarakat miskin untuk berusaha. Untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia, Pemerintah harus terampil dalam memberikan peluang dan kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.

Talkshow yang bertempat di Aula Barat ITB ini dihadiri oleh kalangan mahasiswa dan umum, beberapa perwakilan warga Kampung 200 Cisitu turut hadir. Sebagai penutup, diadakan Grand launching Rumah Belajar KM ITB secara simbolik oleh Ahmad Heryawan didampingi Lizi selaku Kepala sekolah. Rumah Belajar KM ITB merupakan usaha mahasiswa ITB untuk memberikan solusi masalah kemiskinan di Indonesia. Dalam acara ini juga dilakukan launching Buku Putih Kemiskinan yang berisikan 150 tulisan tentang kemiskinan dari alumni FIM oleh Pembica FIM, Bapak Elmir Amien, dengan secara simbolik diberikan kepada Wakil Rektor Kemahasiswaan ITB, Bapak Widyo Nugroho. Buku Kemiskinan tersebut diberikan kepada semua pembicara sebagai kenang-kenangan

Ramaikan Rumah Kita

What’s next?
Setelah Leadership Lifeskill Training FIM tidak sedikit teman-teman peserta mempertanyakan follow up dari acara tersebut. Barangkali kita merasa pelatihan yang mengumpulkan potensi-potensi yang luar biasa, sayang untuk disia-siakan begitu saja tanpa follow up acara yang luar biasa juga.
Dari tahun ke tahun pertanyaan ini dijawab dengan mengembalikan ke setiap individu peserta tersebut. Karena keberhasilan dari pelatihan yang 3 hari itu hanya terlihat dari inisiatif dan langkah nyata yang dijalankan oleh alumni FIM di wilayahnya dan komunitasnya masing-masing.

Beberapa hari yang lalu teman-teman alumni FIM 6 dari UNDIP telah menjawab pertanyaan tersebut. Tanggal 12 Juni 2008 telah diselenggarakan seminar nasional tentang “PORNOGRAFI PENCURI MASA DEPAN ANAK NEGERI” yang diadakan alumni FIM 6 Semarang dengan mengundang Bunda Tatty dan Pak Imam Gunawan (Menpora yang juga narasumber FIM 6) yang datang langsung dari Jakarta.
Rabu malam rombongan ASA Indonesia dan ASA Muda yang turut mendampingi bunda Tatty berangkat dari stasiun gambir. Subuh-subuh Yudha dan teman-teman panitia dari UNDIP telah menunggu di stasiun Tawang Semarang. Setelah istirahat sejenak dan bersih-bersih di penginapan, rombongan telah langsung diajak ke kampus UNDIP bawah tempat pelaksanaan acara.
Saya yang ikut dalam rombongan cukup takjub melihat spanduk acara seminar yang memuat logo FIM yang telah mewarnai FIM 6 (ingatkan name tag, spanduk dan blog FIM???). Tetapi ada sedikit perbedaan dengan logo yang pernah ada, di spanduk itu logo FIM itu ditambahkan tulisan SEMARANG dengan tegas. Dengan melihat logo tersebut saya menyimpulkan logo tersebut menunjukkan eksistensi FIM SEMARANG. Hebat……
Yang lebih hebat, logo tersebut posisinya sejajar dengan PT. PLN, PKPU dll sebagai SPONSOR ACARA.
Keberadaan FIM SEMARANG diperkuat lagi ketika di akhir acara, MC meminta ketua FIM Semarang untuk menyerahkan plakat ke pembicara. Ini adalah kejutan berikutnya bagi rombongan dari Jakarta, karena ternyata yang telah diamanahi sebagai ketua FIM Semarang adalah Nugroho (Alumni FIM 6).hahaaahaaa

Untuk teman-teman Jadebotabek dan semua kunang-kunang yang berkunjung ke Jadebotabek, “Dewan Syuro” FIM menantang kita untuk meramaikan RUMAH KUNANG-KUNANG ( atau ada yang usul nama lain gak ? ) Lokasi : tidak jauh dari Taman Wiladatika Cibubur. Alamat lengkapnya di Jl. Putri Tunggal No 6, RT 7 RW 3. Kel. Harja Mukti. Kec. Cimanggis Depok. InsyaAllah Launching Rumah cinta kita tersebut akan diselenggarakan tanggal 20 Juli 2008, bertepatan dengan FIM (Forum Indonesia Mantu) di Taman Wiladatika. Pesan dari “Dewan Syuro” : Everyone invited.

Molly – FIM 2
Panitia FIM 4,5&6
Alumni dan Calon Mhs Psikologi UI


AddThis Feed Button

Forum Indonesia Muda

Mata air yang tak berbingkai yang akan mengaliri tanah air yang subur ini !! Mata air yang senantiasa terjaga kebersihan, kejernihan, dan kesuciannya agar yang dialirinya juga menjadi bersih dan bemanfaat !! Salam cinta dan doa

Tanya Jawab

Banner

 

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

  • 22,898 hits

Visitors

counter