Sabtu, 3 Mei 2008
Pukul 14.30 -18.00 WIB
Tempat : Aula KH Dewantoro Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur.
Saat itu di sessi intermezo dengan tajuk “ Say No to Porn “ dalam leadership training Forum Indonesia Muda yang diikuti oleh 150an aktifis mahasiswa dan pemuda dari Sabang sampai Merauke, dalam sessi tanya jawab usai presentasi bahaya pornografi dari team ASA Indonesia dan Kemenegpora, adalah seorang GESA FALUGON, peserta teraktif dari ITB bersuara lantang tentang kegeramannya atas diputarnya trailer film ML di Bandung. Dengan gaya khas “ anarkhis religiusnya “, Gesa mengompori seluruh peserta FIM, panitia dan para dewan ‘syuro’. Untuk tidak diam saja, sembari berorasi bahwa “ Mahasiswa bisa menjatuhkan presiden, masak menghentikan satu tayangan film porno tidak bisa ? “. Bagi kami di ASA awalnya provokasi tersebut tidak begitu istimewa, karena sudah terlalu biasa saking banyaknya laporan serupa dan Insya Allah selalu bersemangat menindak lanjuti mengurus ke beberapa pejabat dan stake holder di negeri ini, yang dengan berbagai dalih selalu terlihat tidak berdaya. Kaki kami sudah lecet mendatangi DPR, kantor-kantor mentri, bahkan kepolisian. Tapi pornografi tetap meraja lela. Mereka dengan pongahnya melecehkan dan menghina moral anak bangsa.
Senin, 5 Mei 2008
Mulai dari jam 7 pagi, salah seorang tumpuan nurani dari ITB Fitrasani bertubi-tubi menggirim SMS kepada bue (yang lagi belanja di pasar tradisional Rawamangun ) menanyakan siapa orang-orang dan berapa nomor telepon mereka yang berkompeten terhadap perfileman nasional, dan ingin menghentikan penayangan film porno tersebut. Keseriusan Fitra membuat bue bergegas pulang, tanpa sempat memasak dulu, langsung membalas SMS-SMS Fitra dan dengan penuh penasaran membuka copy promo spot film ML bersama Mba Shakina, Fera, JetC dan Maghleb. Barulah kami memahami, kenapa Gesa, Ma’mun dan kawan-kawan lain begitu geram. Ternyata memang benar adanya, semua unsur kecabulan ada di situ. Mulai dari adegan persetubuhan hetero dan homo, ciuman merangsang remaja sejenis maupun berlawanan jenis, sampai dengan anjing. Plus adegan onani yang sangat vulgar. Adrenalin kami langsung mendidih. Dengan segenap upaya mencoba mengabarkan berita buruk itu ke seluruh jaringan kami, dan meminta segenap para pemegang amanah kekuasaan yang dikenal untuk peduli dan bersama-sama berjuang menghentikan badai porno yang semakin hari kian dahsyat tersebut. Malamnya bu Mutia Hatta menyatakan dukungan dan komitmen untuk berjuang bersama, perang menghadapi para mafia pornografy yang disebut beliau sebagai “ Iblis-iblis “ itu.
Selasa, 6 Mei 2008
Jam 8.00 -10.00
Tempat : di Hotel Pitagiri Palmerah Jakarta.
Atas undangan Kementrian Negara urusan Pemuda dan Olahraga, bue presentasi perihal fenomena badai porno di hadapan para pimpinan Organisasi Kepemudaan dari berbagai Propinsi. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Fera sekretaris eksekutif ASA dan Maghleb sekretasis ASA muda, meminta dukungan dan tanda tangan petisi cabut film ML dan film-film porno lainnya. Pulang dari Pitagiri, kami langsung menuju RS MMC menemui ketua umum ASA( Ibu Wiwi ) untuk mengatur strategi perjuangan, tentu saja setelah kepada bu Wiwi diperlihatkan promospot film maksiat itu. Fera juga langsung mengantar copy trailer ke bu Inke. Maghleb langsung mengontak semua saudara seperjuangannya di ASA. Rapat konsolidasi yang tadinya direncanakan hari Jumat 9 Mei, dimajukan menjadi Rabu 7 Mei, karena kita berpacu dengan kegencaran aksi para durjana itu mengkampanyekan film ‘Maksiat Lagi’.
Rabu, 7 Mei 2008
Pukul 13.00
Tempat : Kantor ASA
Para aktifis ASA Muda berhimpun menyatukan semangat dan langkah juang. Bue, bundo Lilia dan Ibu Nauvala divisi hukum ASA menemani kalian yang sebagian masih berkangen-kangenan karena ada Teuku Fahme yang datang jauh-jauh dari ujung pulau Sumatera( biasalah..kalian memang selalu begitu..katanya kangen-kangenan tapi kok cerca-cercaan gitu siyyy L…suatu bentuk kasih sayang yang aneh bagi orang tua ini hee.heee )
Tiba-tiba tercetus saja ide dari kalian untuk mengontak pak Imam dari Kemenegpora. Pak Imam langsung meminta kita ketemu dengan beberapa deputi di kantor Menpora, karena menporanya sendiri lagi bertugas ke luar negeri.
Kalian bersepakat berbagi tugas. Team advokasi yang menyertai bue ke Menegpora adalah Arif, Parlan, Jidan, Mierza, Fahmi, Ina, bu Nauvala, dan Neni. Di sini kita menyatukan persepsi dan strategi, termasuk menghubungi pak Adyaksa di Belanda. Direktur film pak Koswara, dan tentunya juga komandan penerima amanah terdepan sebagai filter menjaga kualitas perfileman kita, Ibu Titie Said.
Sisanya Silvia, Maghleb, Titos, Fadli, Mimi, dll ( ada dari BEM UNJ jg ) mengatur rencana aksi. Dibuatlah jadwal pencerahan dan penggalangan kekuatan ke berbagai kampus.
Tanpa membuang waktu, kita langsung mengontak Gesa dkk di Bandung untuk segera datang karena kita akan menemui ketua Lembaga Sensor Film untuk meninta pertanggung jawabannya atas maraknya film porno yang berselera rendah dan terbukti merusak generasi muda. Malamnya jam 22.30 Gesa, Adinda dari BEM KM ITB dan JetC bue jemput di Baraya Kelapa Gading.
Kamis, 8 Mei 2008
Jam 9.00 - 12.00 WIB
Tempat : Kantor LSF, jl MT Haryono Jakarta
Parlan, Adil, Titos, Gesa, Dinda, Fera, Maghleb, JetC dan bue disertai Ibu Fetty Fajriaty yang tadinya juga penggiat ASA, tapi sekarang pemegang amanah sebagai wakil ketua KPI, mendatangi LSF untuk bertanya, ada apa dengan mereka ? kenapa gunting mereka tak berdaya ?
Dengan gaya keibuannya Bu Titie Said mengungkapkan bahwa promospot ML yang beredar itu “ Cuma kasus slonong boy, tanpa diketahui LSF “ Tentu saja kita tidak puas, termasuk beberapa argumen yang dikatakan team LSF dan direktur film. Feeling bad kita langsung bekerja..masak sih mereka sebegitu tak kuasa dan tak berdayanya ? Apakah jawaban enteng itu sudah memenuhi integritas mereka ?
Kita juga meminta bukti sensor film ML. Namun yang terjadi, setelah kita semua masuk ke bioskop LSF, hasil sensor ML sungguh sangat tak berarti. Tak lebih dari 10 detik. Setelah itu mereka menayangkan hasil sensor film-film impor yang menjijikkan dan full sadis. Tentu saja bue berteriak menyuruh mereka menghentikan, karena bukan itu tujuan kita ke LSF. Bue ( mungkin juga rada histeris ) berteriak mengajak kalian keluar. Dan sungguh melegakan, ternyata memang kalian sudah berada di luar. Sebagian beralasan tengah berpuasa, dan sebagian lagi memang tidak ingin merusak mata, kepala dan putih hatinya. Subhanallah. ( kalau lg sendirian mengingat ini bue selalu bangga, pun sering haru dan nangis sendiri )
Masih di LSF kita semua langsung bergerak, ada yang berkonsolidasi dengan kawan-kawan, dan ada yang langsung membuat surat ke Menbudpar untuk menghentikan film tersebut dan film-film porno lainnya.
Di tengah kesibukan kita, tiba-tiba entah bocor info dari mana, seseorang mengaku bernama “ Novi “ dari Indika mengajak berunding. Entah apa yang dipikirkannya, tapi menurut kesaksian kawan-kawanmu ( karena bue sibuk memeriksa redaksi surat yang kalian tulis jadi tidak ikut pertemuan ekstra itu ) Yang jelas, pihak produser berusaha mendekati mengambil hati kalian dengan berbagai kata-kata membujuk bahkan konon sampai mengeluarkan airmata. Tapi sudah barang tentu kalian tak tergoda. Bahkan di akhir kehadiran kita di LSF, Novi Indika memanggil Adil dengan berpesan “ Jangan melakukan tindakan gegabah “…. Haaahaaaa Insya Allah… Adil dan kita semua tidak gentar dengan ancaman itu.
Lalu dengan semangat 45 kita menuju kantor Menbudpar di samping kantor Indosat Jl Merdeka Barat. Sorenya Gesa dan Dinda serta Titos langsung ke Bandung mempersiapkan baksos.
Sabtu 10 Mei 2008 – Minggu 11 Mei 2008
FIM dan Gamais baksos di kampung 200 Bandung.
Habis baksos kita rapat sampai tengah malam menggalang strategi. Di pihak lain, Ibu-Ibu ASA seperti bu Wiwi, bu Inke dan bu Masnah Sari Ketua umum KPAI sibuk melobby petinggi negeri ini, semua mentri terkait, bahkan juga Ibu negara. Yang mengharukan, bue menerima berita bahwa Ibu Ratna megawangi Sofyan Jalil dan bapak Sri Eddy Swasono suami bu Mutia terlihat paling bersemangat meminta pejabat terkait sampai RI 1 untuk menghentikan semua tayangan porno yang semakin menggila.
Senin 12 Mei 2008
Sekjen ASA, bu Inke Maris mengabari bue, bahwa Menbudpar Jero Wacik bersedia mencabut film porno dan minta ASA beserta berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa yang peduli untuk mendukung. Pak Wacik meminta kita semua datang tgl 21 Mei besok di kantornya.
Selasa 13 Mei 2008
Roadshow ASA ke ITB dan IPB
Rabu 14 Mei 2008
Jam 11 Pagi Pasukan audiensi beraksi di komisi X DPR RI.
Alhamdulillah semua berkomitmen dan berjanji berjuang bersama basmi pornografi.
Siangnya hingga petang,
langit Jakarta jadi saksi. Di Depan Lembaga Sensor Film, sebuah Lembaga yang diberi amanah sebagai gerbang pertama filter kualitas perfileman nasional yang cita-citanya sangat mulia itu. Para aktifis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, menjalankan fungsinya sebagai TUMPUAN NURANI PENJAGA NEGERI. Langit Jakarta juga jadi saksi, betapa perkasamu menunjukkan jati diri yang tegas menghadang salah satu komponen dari Gerakan Syahwat merdeka yang disebut tetua kita Bapak Taufiq Ismail.
Langit Jakarta jadi saksi.
Putih jiwamu, terang isi kepalamu, terbias dari binar bening matamu, dan
membahana dari lantangnya orasimu,.
Namun di luar sana,
Ada kawan, saudara sebangsamu, di sela rasa ingin tahunya yang terkadang menggebu,
selalu saja ada durjana, yang manfaatkan lengah,
untuk hasrat mereka yang rendah..Alangkah tega dan tak beradabnya mereka
Langit Jakarta jadi saksi,
Wahai pemilik bulir-bulir jiwa nan bernas,
Wahai para tunas bangsa,
Wahai segenap tumpuan harapan, penyuara nurani,
Tegarlah-tegar, kuatkan iman, kukuh dalam barisan
Hadirkan prestasi…perisai diri….
Bulatkan tekad, kejar cita-cita mu nan hebat dan mulia itu
Cari, ikhtiarkan dan wujudkan pula cinta sejatimu, yang akan menjadi teman seperjuangan sampai mati
bukan cinta palsu yang mereka propagandakan penuh nafsu.
Yakinlah,
Bangsa yang besar ada dalam kuat genggammu.
Bangsa yang punya harga diri, ada di nyalimu.
Maka tetaplah bersatu….genapkan potensi, satukan hati membangun sinergi
Percayalah nak…
Tak ada keringat yang sia-sia, mari kita jaga keikhlasan, luruskan niat
Sejarahkan mencatat..betapa perkasamu,.. .
Kami bangga Indonesia memilikimu. Langit Jakarta jadi saksi !
Ya Ilahi Rabbi…
Ijinkan hamba yang hina ini memohon,
Selamatkanlah anak-anak kami, tempat harapan ini tersematkan.
Mohon selamatkan masa depan bangsa, tanah air tercinta ini.
Mohon berkahi, ridhoi, dan mudahkan perjuangan kami.
Amin Ya Rabbal Aalamin.
( Langit Jakarta jadi saksi, tentang cinta, harapan dan doa kami )
Ps : Nak, berjuang itu selain kepedulian, dan kesungguhan, juga perlu kesinabungan.
Jgn lupa pekan depan tgl 21 Mei kita ke Menbudpar menagih janjinya untuk mengeluarkan keputusan STOP FILM-FILM PORNO.
Sebelumnya kita akan ke LSF lagi meminta keseriusannya menghentikan aktifitas pornografer menunggangi aktifitas perfileman nasional. ( tentang waktu pasti kita tunggu kabar dari Ibu Azimah ketua Masyarakat Tolak Pornografi/ MTP ).
Komentar Terakhir